Responsive Ad Area

Share This Post

Uncategorized

BAHAYA PENYAKIT LUPUS

BAHAYA PENYAKIT LUPUS

 

ada yang tau bahaya lupus??

Lupus adalah penyakit peradangan(inflamasi) kronis yang disebabkan olehsistem imun atau kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Penyakit seperti ini disebut penyakit autoimun. Lupus dapat menyerang berbagai bagian dan organ tubuh seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal,paru-paru,jantung, otak, dan sumsum tulang belakang.Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari infeksi. Akan tetapi pada penderita lupus, sistem imun justru menyerang tubuhnya sendiri. Penyebab terjadinya lupus pada seseorang hingga saat ini belum diketahui. Sejauh ini, diduga penyakit yang lebih menyerang wanita dibandingkan dengan laki-laki ini dipengaruhi oleh beberapa faktor genetik dan lingkungan.

Jenis-jenis Lupus

Penyakit lupus terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:

Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

Lupus ini terjadi secara menyeluruh (sistemik) pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang paling sering terjadi. Dinamakan lupus sistemik dikarenakan terjadi pada berbagai organ, terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.

Lupus eritematosus kutaneus (cutaneous lupus erythematosus/CLE)

Merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendiri atau merupakan bagian dari SLE. CLE dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).

Lupus akibat penggunaan obat

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang dengan sendirinya beberapa bulan setelah berhenti mengonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopaprocainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).

Lupus Eritematosus Neonatal

Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.

 

Meski gejala SLE bervariasi, ada tiga gejala utama yang umumnya selalu muncul, yaitu:

  • Rasa lelah yang ekstrem.Inilah gejala paling umum pada SLE yang sering dikeluhkan para penderita. Rasa lelah yang ekstrem sangat mengganggu dan menghambat aktivitas. Banyak penderita yang menyatakan bahwa gejala ini merupakan dampak negatif terbesar dari SLE dalam kehidupan mereka. Melakukan rutinitas sehari-hari yang sederhana, misalnya tugas rumah tangga atau rutinitas kantor, dapat membuat penderita SLE sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.
  • Ruam pada kulit.Yang menjadi ciri khas SLE adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu. Bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat SLE dapat hilang atau membekas secara permanen, terasa nyeri dan gatal dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari.
  • Nyeri pada persendian.Gejala utama lain dari SLE adalah rasa nyeri. Gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita yang biasanya memburuk di pagi hari. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi SLE umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Itulah yang membedakan SLE dengan penyakit lain yang juga menyerang persendian.

Ada beragam gejala lain yang dapat muncul selain yang utama. Tetapi tidak semua gejala tersebut akan dialami penderita. Banyak penderita yang hanya mengalami gejala utama.

Berikut adalah gejala-gejala lain yang dapat dialami oleh penderita SLE:

  • Sariawan berulang.
  • Demam yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Limfadenopati.
  • Sakit kepala.
  • Rambut rontok.
  • Mata kering.
  • Nyeri dada.
  • Hilang ingatan.
  • Napas pendek akibat anemia, inflamasi paru-paru atau jantung.
  • Retensi dan akumulasi cairan tubuh, salah satunya terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki.
  • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu timbulnya SLE pada seseorang, antara lain adalah:

  • Faktor genetik.Diduga terdapat hubungan antara pengaruh faktor genetik dan lupus karena seringkali ditemukan adanya anggota keluarga penderita yang juga merupakan penderita lupus.
  • Sembilan dari sepuluh penderita lupus adalah wanita. Wanita menghasilkan hormon estrogen lebih banyak dibanding pria. Estrogen diketahui sebagai hormon yang memperkuat sistem kekebalan tubuh (immunoenhancing), yang artinya wanita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding dengan pria. Untuk alasan ini, wanita lebih mudah terserang penyakit autoimun bila dibandingkan dengan pria. Perubahan hormon saat masa pubertas atau kehamilan juga dapat memicu timbulnya lupus. Tingginya kadar estrogen saat hamil diduga memicu lupus.
  • Berbagai macam faktor lingkungan yang diduga dapat memicu timbulnya lupus antara lain infeksi bakteri dan virus (salah satunya virus Epstein Barr), stres, paparan sinar matahari (ultraviolet), merokok, serta beberapa zat kimia seperti merkuri dan silika.

 

Sumber:  http://www.alodokter.com/lupus/penyebab

Share This Post

Jadi diri sendri, cari jati diri, dan dapetin hidup yg mandri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Lost Password

Register